Tim peneliti dari Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala berhasil mengembangkan varietas unggul nilam yang tahan terhadap penyakit layu bakteri, salah satu kendala utama dalam budidaya nilam di Indonesia.
Varietas baru yang diberi nama Nilam ARC-1 ini memiliki kandungan minyak atsiri hingga 3,5% dan kadar patchouli alcohol (PA) di atas 32%, melebihi standar internasional yang mensyaratkan minimal 30%.
Varietas Nilam ARC-1 juga menunjukkan ketahanan terhadap cekaman kekeringan, sehingga cocok dikembangkan di lahan-lahan marginal di Aceh. Saat ini, ARC sedang memproses pendaftaran varietas ke Kementerian Pertanian untuk pelepasan resmi.
Leave a Reply