Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universite de Montpellier, Prancis, dalam bidang riset dan pengembangan minyak atsiri.
Kerjasama ini mencakup pertukaran peneliti, publikasi bersama, dan pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Universite de Montpellier dikenal sebagai salah satu pusat riset aroma dan parfum terkemuka di Eropa.
Program pertukaran peneliti pertama dijadwalkan dimulai pada September 2026, dengan fokus pada karakterisasi senyawa aroma dan standardisasi mutu minyak nilam.
Leave a Reply