Industri minyak atsiri Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan dengan ekspor mencapai USD 260 juta pada tahun 2025, meningkat 15% dari tahun sebelumnya. Eropa menjadi pasar utama ekspor minyak atsiri Indonesia, terutama untuk produk nilam, cengkeh, dan pala.
Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar di dunia, dengan sentra produksi tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Sulawesi. Minyak atsiri Indonesia digunakan dalam berbagai industri, mulai dari parfum, kosmetik, farmasi, hingga makanan dan minuman.
ARC (Atsiri Research Center) Universitas Syiah Kuala berperan penting dalam mendukung industri ini melalui riset dan pengembangan, pelatihan petani, serta standardisasi mutu produk minyak atsiri.
Leave a Reply