Penerapan teknologi penyulingan modern berbasis low-pressure steam distillation berhasil meningkatkan kualitas dan rendemen minyak nilam petani di Aceh. Teknologi ini dikembangkan oleh Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala.
Dibandingkan dengan metode penyulingan tradisional, teknologi baru ini mampu meningkatkan rendemen minyak hingga 20% dan menjaga kualitas senyawa aktif lebih baik. Suhu penyulingan yang lebih rendah mencegah degradasi komponen volatile yang berharga.
ARC juga mengembangkan sistem monitoring berbasis IoT untuk memantau parameter penyulingan secara real-time, memastikan konsistensi kualitas produk.